Teka – Teki
di Balik Kisah Kedurhakaan
Ketika panas matahari sangat menyengat, ku melihat seorang wanita paruh
baya yang sedang berjualan ikan di tepi pantai. Air mengalir di dahi dan
pipinya. Kadang dia mengusap air tersebut disela – sela berjualannya. Namun,
ketika dia mengusap air yang mengalir di dahinya tiba – tiba datanglah seorang
lelaki muda tampan namun dengan raut wajah marah menghampiri wanita paruh baya
tersebut. Lelaki itu berbincang dengan wanita paruh baya. Aku penasaran dengan
apa yang mereka bicarakan, sebab terlihat raut wajah lelaki itu seperti marah
kepada wanita paruh baya. Sesekali lelaki itu mengobrak – abrik dagangannya.
Perlahan kumendekati, lalu ku bersembunyi dibalik pohon kelapa yang berada
cukup dekat dengan dagangan wanita paruh baya.
“Ibuuu!!!!!!!
Mana duitnya!!!!”kata lelaki.
“Ibu gak ada
uang, Nak.”kata wanita paruh baya.
Ternyata
lelaki itu adalah anak wanita paruh baya itu.
“Cepet!!!!!
Mana duitnya!!!!”
“Gak ada,
Nak.”kata wanita paruh baya.
“Bohong!!!!!!!!!”
seru lelaki tersebut sambil mengobrak – abrik laci meja dagangan wanita itu.
“Ini
apa????” kata lelaki itu sambil menujukkan uangnya.
“Jangan itu
uang untuk bayar sewa toko.”kata wanita paruh baya.
“Gak peduli.”
kata lelaki itu sambil mendorong tubuh rentan wanita itu.
Wanita paruh baya itu hanya bisa mengelus dada karena perbuatan
anaknya. Mata nanar dan berkaca – kaca. Sungguh miris ku melihat adegan yang
berlangsung tadi. Membuat air mataku keluar perlahan. Namun, anehnya ku tak
bisa melakukan apa – apa untuk menolong wanita itu. Ku sudah berbicara dengan
orang yang berlalu lalang bahkan berteriak tak ada satupun orang mendengar dan
merespon. Didunia ini seperti hanya aku saja yang tinggal.
Aku pun mengikuti lelaki tersebut. Aku melihat lelaki itu menuju ke
sebuah warung kecil yang disana ada mungkin teman – temannya sedang berbincang
– bincang. Tiba – tiba lelaki itu muncul dari warung dan membawa 5 botol
minuman. Ku kira itu minuman teh dan semacamnya. Ketika ku mellihan efek
setelah mereka meminumnya ternyata botol tadi berisi minuman alkohol. Ku
mencoba mendekati lelaki itu dan menasehatinya agar pulang dan kembalikan uang
ibumu, namun apa hasilnya? Lelaki itu hanya terdiam seperti tak ada yang
berbicara dengannya. Ketika kuingin berteriak agar lelaki itu mendengarku tiba
– tiba lelaki itu beranjak dan langsung mengendarai motornya. Aku pun mengikutinya.
Anehnya kecepatan aku melangkah dengan kecepatan laju motornya sama.
Astaga...... apa yang terjadi denganku? Aku butuh jawaban atas teka – teki ini.
Di tengah perjalanan lelaki itu tertabrak oleh truk yang berlawanan
arah. Lelaki itu pun tertidur lemas. Aku tak tahu apa lelaki itu masih hidup
atau sudah tiada. Masyarakat memeriksa kondisinya ternyata dia masih hidup,
lalu mereka membawanya ke rumah sakit. Tiba – tiba pintu kamar rumah sakit
terbuka dan terdengar suara tangisan ternyata berasal dari wanita aruh baya.
Wanita itu langsung memeluk anaknya. Lelaki itu pun terbangun.
“Ibu maafkan
aku. Aku udah kasar sama ibu, udah ambil uang ibu. Maafin aku, Bu.” ucap lelaki
itu terbatah – batah.
“Ibu sudah
memaafkanmu, Nak.”
“Te ri ma ka
sih bu”
Tttuuuuuuuuuutttt.....
Lelaki itu
meninggal. Ibunnya menangis, dia tidak menyangka bahwa anaknya meninggalkannya
sendiri. Aku pun keluar dari kamar lelaki itu, tiba – tiba ada sesuatu yang
masuk di dalam mataku. Kupejamkan mataku, ketika ku membukanya aku sudah tidak
berada di rumah sakit melainkan di kamarku tepatnya di ranjangku. Akhirnya aku tahu
apa jawaban teka – teki itu.





