Kamis, 19 Mei 2016

Cerita Pendek (Cerpen)



Teka – Teki di Balik Kisah Kedurhakaan

Ketika panas matahari sangat menyengat, ku melihat seorang wanita paruh baya yang sedang berjualan ikan di tepi pantai. Air mengalir di dahi dan pipinya. Kadang dia mengusap air tersebut disela – sela berjualannya. Namun, ketika dia mengusap air yang mengalir di dahinya tiba – tiba datanglah seorang lelaki muda tampan namun dengan raut wajah marah menghampiri wanita paruh baya tersebut. Lelaki itu berbincang dengan wanita paruh baya. Aku penasaran dengan apa yang mereka bicarakan, sebab terlihat raut wajah lelaki itu seperti marah kepada wanita paruh baya. Sesekali lelaki itu mengobrak – abrik dagangannya. Perlahan kumendekati, lalu ku bersembunyi dibalik pohon kelapa yang berada cukup dekat dengan dagangan wanita paruh baya.
“Ibuuu!!!!!!! Mana duitnya!!!!”kata lelaki.
“Ibu gak ada uang, Nak.”kata wanita paruh baya.
Ternyata lelaki itu adalah anak wanita paruh baya itu.
“Cepet!!!!! Mana duitnya!!!!”
“Gak ada, Nak.”kata wanita paruh baya.
“Bohong!!!!!!!!!” seru lelaki tersebut sambil mengobrak – abrik laci meja dagangan wanita itu.
“Ini apa????” kata lelaki itu sambil menujukkan uangnya.
“Jangan itu uang untuk bayar sewa toko.”kata wanita paruh baya.
“Gak peduli.” kata lelaki itu sambil mendorong tubuh rentan wanita itu.
Wanita paruh baya itu hanya bisa mengelus dada karena perbuatan anaknya. Mata nanar dan berkaca – kaca. Sungguh miris ku melihat adegan yang berlangsung tadi. Membuat air mataku keluar perlahan. Namun, anehnya ku tak bisa melakukan apa – apa untuk menolong wanita itu. Ku sudah berbicara dengan orang yang berlalu lalang bahkan berteriak tak ada satupun orang mendengar dan merespon. Didunia ini seperti hanya aku saja yang tinggal.
Aku pun mengikuti lelaki tersebut. Aku melihat lelaki itu menuju ke sebuah warung kecil yang disana ada mungkin teman – temannya sedang berbincang – bincang. Tiba – tiba lelaki itu muncul dari warung dan membawa 5 botol minuman. Ku kira itu minuman teh dan semacamnya. Ketika ku mellihan efek setelah mereka meminumnya ternyata botol tadi berisi minuman alkohol. Ku mencoba mendekati lelaki itu dan menasehatinya agar pulang dan kembalikan uang ibumu, namun apa hasilnya? Lelaki itu hanya terdiam seperti tak ada yang berbicara dengannya. Ketika kuingin berteriak agar lelaki itu mendengarku tiba – tiba lelaki itu beranjak dan langsung mengendarai motornya. Aku pun mengikutinya. Anehnya kecepatan aku melangkah dengan kecepatan laju motornya sama. Astaga...... apa yang terjadi denganku? Aku butuh jawaban atas teka – teki ini.
Di tengah perjalanan lelaki itu tertabrak oleh truk yang berlawanan arah. Lelaki itu pun tertidur lemas. Aku tak tahu apa lelaki itu masih hidup atau sudah tiada. Masyarakat memeriksa kondisinya ternyata dia masih hidup, lalu mereka membawanya ke rumah sakit. Tiba – tiba pintu kamar rumah sakit terbuka dan terdengar suara tangisan ternyata berasal dari wanita aruh baya. Wanita itu langsung memeluk anaknya. Lelaki itu pun terbangun.
“Ibu maafkan aku. Aku udah kasar sama ibu, udah ambil uang ibu. Maafin aku, Bu.” ucap lelaki itu terbatah – batah.
“Ibu sudah memaafkanmu, Nak.”
“Te ri ma ka sih bu”
Tttuuuuuuuuuutttt.....
Lelaki itu meninggal. Ibunnya menangis, dia tidak menyangka bahwa anaknya meninggalkannya sendiri. Aku pun keluar dari kamar lelaki itu, tiba – tiba ada sesuatu yang masuk di dalam mataku. Kupejamkan mataku, ketika ku membukanya aku sudah tidak berada di rumah sakit melainkan di kamarku tepatnya di ranjangku. Akhirnya aku tahu apa jawaban teka – teki itu.

Selasa, 26 April 2016

Laporan Perjalanan Pendidikan Luar Sekolah



Laporan Perjalanan Pendidikan Luar Sekolah
(oleh : Novia Febriyanti/ X MIA 4)
Pada tanggal 16 Febuari 2016 siswa – siswi SMA Negeri 2 Magelang melaksanakan PLS (Pelajar Luar Sekolah) ke PT Sritex dan Museum Sangiran. Kami berangkat jam 7.30 WIB dan sampai di PT Sritex sekitar jam 10.30 WIB. PT Sri Rejeki Isman (Sritex) sekarang menjadi pabrik tekstil terpadu dengan mesin paling modern. Sritex dimulai sebagai sebuah perusahaan perdagangan yakni "Sri Redjeki" yang didirikan pada 1966 di pasar Klewer, Solo, Jawa Tengah,Indonesia.
Perusahaan ini diperluas, dengan memproduksi kain yang dikelantang dan dicelup dalam pabrik pertama diBaturono 81A, Solo pada tahun 1968. Perusahaan ini terdaftar di Departemen Perindustrian Jawa Tengahpada 30 Agustus 1974 dan kemudian muncul dari U.D. (Usaha Dagang - Trading Company) ke sebuah PT (PerseroanTerbatas-Limited Company) berdasarkan Akta Notaris No.48 22 Mei 1978. Perusahaan secara resmi berubah nama menjadi PT Sri Rejeki Isman di 16 Oktober 1978.
Setelah mengetahui tantang PT Sritex kami pun menuju ke toko tempat membeli oleh –oleh. Oleh – oleh berasal dari olahan PT Sritex. Disana menjual berbagai jenis pakaian dan celana. Selain pakaian atau celana jadi disana juga menjual kain.
Setelah dari PT Sritex kami pun menuju ke tempat makan uantuk makan siang. Ketika makan siang selesai kami pun menuju Museum Sangiran.
 
Museum Purbakala Sangiran adalah museum arkeologi yang terletak di Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Indonesia. Museum ini berdekatan dengan area situs fosil purbakala Sangiran yang merupakan salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO. Situs Sangiran memiliki luas mencapai 56 km² meliputi tiga kecamatan di Sragen (Gemolong, Kalijambe, dan Plupuh) serta Kecamatan Gondangrejo yang masuk wilayah Kabupaten Karanganyar. Situs Sangiran berada di dalam kawasan Kubah Sangiran yang merupakan bagian dari depresi Solo, di kaki Gunung Lawu (17 km dari kota Solo). Museum Sangiran beserta situs arkeologinya, selain menjadi obyek wisata yang menarik juga merupakan arena penelitian tentang kehidupan pra sejarah terpenting dan terlengkap di Asia, bahkan dunia.
 Di museum dan situs Sangiran dapat diperoleh informasi lengkap tentang pola kehidupan manusia purba di Jawa yang menyumbang perkembangan ilmu pengetahuan seperti Antropologi, Arkeologi, Geologi, Paleoanthropologi. Di lokasi situs Sangiran ini pula, untuk pertama kalinya ditemukan fosil rahang bawah Pithecantropus erectus (salah satu spesies dalam taxon Homo erectus) oleh arkeolog Jerman, Profesor Von Koenigswald.

Setelah dari Museum Sangiran kami pun menuju ke toko pembelian oleh – oleh. Namun, setibanya di sana toko tersebut tutup. Lalu, kita pun menuju Solo Mall. Setelah membeli barang – barang di Solo Mall sekitar pukul 20.00 WIB kami melakukan perjalanan pulang. Sekitar pukul 23.00 WIB kami pun tiba di SMA Negeri 2 Magelang.

Sabtu, 09 Januari 2016

teks LHO



TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

KELASKU
Kelas adalah suatu ruangan yang disediakan oleh sekolah untuk murid supaya dapat menuntut ilmu, saling memberi ,dan menerima ilmu.
Salah satu kelas yang berada di SMAN 2 Magelang adalah kelas X MIPA 4. Kelas ini terbagi menjadi siswa laki-laki dan siswa perempuan. Dari siswa tersebut, kita dapat mengelompokkan menurut agama, hobi, pekerjaan orang tua, dan umur. Siswa – siswi di kelas X MIPA 4 rata – rata umurnya 15 tahun. Agama yang dianut oleh semua siswa –siswi X MIPA 4 adalah agama islam
Di kelas X MIPA 4, terdapat 8 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. Semua siswa setiap hari memakai seragam dengan rapi. Siswa perempuan semuanya berkerudung, sedangkan siswa laki-laki memakai celana panjang.
Berdasarkan hasil observasi, siswa X MIPA 4 memiliki beragam hobi. Berdasarkan kriterianya hobi, siswa X MIPA 4 dapat dibedakan menjadi 4 golongan, yaitu olah raga, seni, dan baca tulis. Siswa yang gemar olah raga ada 4 anak, yang gemar seni ada 18 anak, dan ada 8 anak yang gemar baca tulis. Beberapa siswa ada yang mengembangkan hobinya dengan mengikuti ektrakulikuler di sekolah dan ada siswa yang menjadikan hobinya sebagai pengisi waktu luang. Untuk lebih jelas, perhatikan tabel berikut!
No.
Nama

Hobi



Olah Raga
Seni
Baca Tulis
1.        
Agustina


V
2.        
Ahmad
V


3.        
Alya

V

4.        
Annisya

V

5.        
Atharida

V

6.        
Aulia

V

7.        
Ayu


V
8.        
Bagus
V


9.        
Desti


V
10.    
Devi

V

11.    
Dwi

V

12.    
Eka

V

13.    
Feby
V


14.    
Hermawan

V

15.    
Khusnul

V

16.    
Lestari

V

17.    
Masfufah


V
18.    
Mirza


V
19.    
M. Akbarodin


V
20.    
M. Misbakhul

V

21.    
Nafla

V

22.    
Novia


V
23.    
Nurul

V

24.    
Salma

V

25.    
Sekar


V
26.    
Shinta

V

27.    
Syaebatul

V

28.    
Wahyu

V

29.    
Wildan
V


30.    
Zahrotul

V