Sabtu, 09 Januari 2016

teks LHO



TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

KELASKU
Kelas adalah suatu ruangan yang disediakan oleh sekolah untuk murid supaya dapat menuntut ilmu, saling memberi ,dan menerima ilmu.
Salah satu kelas yang berada di SMAN 2 Magelang adalah kelas X MIPA 4. Kelas ini terbagi menjadi siswa laki-laki dan siswa perempuan. Dari siswa tersebut, kita dapat mengelompokkan menurut agama, hobi, pekerjaan orang tua, dan umur. Siswa – siswi di kelas X MIPA 4 rata – rata umurnya 15 tahun. Agama yang dianut oleh semua siswa –siswi X MIPA 4 adalah agama islam
Di kelas X MIPA 4, terdapat 8 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. Semua siswa setiap hari memakai seragam dengan rapi. Siswa perempuan semuanya berkerudung, sedangkan siswa laki-laki memakai celana panjang.
Berdasarkan hasil observasi, siswa X MIPA 4 memiliki beragam hobi. Berdasarkan kriterianya hobi, siswa X MIPA 4 dapat dibedakan menjadi 4 golongan, yaitu olah raga, seni, dan baca tulis. Siswa yang gemar olah raga ada 4 anak, yang gemar seni ada 18 anak, dan ada 8 anak yang gemar baca tulis. Beberapa siswa ada yang mengembangkan hobinya dengan mengikuti ektrakulikuler di sekolah dan ada siswa yang menjadikan hobinya sebagai pengisi waktu luang. Untuk lebih jelas, perhatikan tabel berikut!
No.
Nama

Hobi



Olah Raga
Seni
Baca Tulis
1.        
Agustina


V
2.        
Ahmad
V


3.        
Alya

V

4.        
Annisya

V

5.        
Atharida

V

6.        
Aulia

V

7.        
Ayu


V
8.        
Bagus
V


9.        
Desti


V
10.    
Devi

V

11.    
Dwi

V

12.    
Eka

V

13.    
Feby
V


14.    
Hermawan

V

15.    
Khusnul

V

16.    
Lestari

V

17.    
Masfufah


V
18.    
Mirza


V
19.    
M. Akbarodin


V
20.    
M. Misbakhul

V

21.    
Nafla

V

22.    
Novia


V
23.    
Nurul

V

24.    
Salma

V

25.    
Sekar


V
26.    
Shinta

V

27.    
Syaebatul

V

28.    
Wahyu

V

29.    
Wildan
V


30.    
Zahrotul

V


TEKS EKSPOSISI



Kerugian Belajar Wayangan
Belajar Wayangan merupakan metode belajar dengan cara terus – menerus semalaman. Menurut masyarakat siswa – siawi yang hendak melaksanakan Ulangan Harian, Ulangan Tengah Semester, Ulangan Akhir Semester, maupun Ulangan Kenaikan Kelas kebanyakan melakukan belajar wayangan atau sistem belajar kebut semalam. Menurut pendapat saya, belajar wayangan memiliki banyak dampak negatifnya bagi siswa – siawi. Berikut dampak negatif dari belajar wayangan.
Pertama siswa yang belajar wayangan akan mudah mengantuk, karena siswa yang belajar wayangan belajar hingga larut malam sehingga siswa kurang tidur atau kurang istirahat. Akibatnya, dapat mengganggu aktifitas di pagi hari dan siang hari
Kedua siswa yang belajar wayangan akan menjadi stres, karena siswa harus menghafal banyak meteri dalam waktu yang singkat yaitu semalam
Ketiga belajar dengan cara ini juga hanya membuat memori mayeri pembelajaran yang tersimpan di ota tidak tahan lama, karena kita hanya menghafal bukan memahaminya.